Visi

Mengembangkan insan yang bernurani, cerdas, sehat, berbudaya, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan

Misi

  1. Membangun kesadaran pelajar untuk menjalankan ajaran agamanya sebagai perwujudan iman dan takwa.
    Representasi dari:
    Visi: bernurani
    Elemen Profil Pelajar Pancasila: Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia
  2. Membentuk pribadi pelajar yang saleh secara spiritual dan sosial.
    Representasi dari:
    Visi: bernurani
    Elemen Profil Pelajar Pancasila: Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia
  3. Menumbuhkembangkan dalam diri pelajar sikap cinta dan peduli terhadap lingkungan yang sehat, bersih, indah, dan asri.
    Representasi dari:
    Visi: bernurani, cerdas, sehat, dan bertanggung jawab
    Elemen Profil Pelajar Pancasila: Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia dan bergotong royong
  4. Mengembangkan kesadaran pelajar akan pola hidup sehat dan ramah lingkungan.
    Representasi dari:
    Visi: bernurani, cerdas, sehat, dan bertanggung jawab
    Elemen Profil Pelajar Pancasila: Bernalar kritis dan kreatif
  5. Membekali pelajar dengan kecakapan personal dan sosial yang berakar pada karakter budaya luhur Bangsa Indonesia untuk berinteraksi dengan budaya lain secara global.
    Representasi dari:
    Visi: cerdas, berbudaya
    Elemen Profil Pelajar Pancasila: bernalar kritis dan berkebinekaan global
  6. Mengembangkan rasa nasionalisme, patriotisme, dan rasa bangga pada budaya bangsa dalam diri pelajar melalui kegiatan sosial serta aktivitas peduli lingkungan.
    Representasi dari:
    Visi: berbudaya, bertanggung jawab
    Elemen Profil Pelajar Pancasila: bernalar kritis dan berkebinekaan global
  7. Menumbuhkembangkan kesadaran pelajar untuk menghargai perbedaan dalam semangat persaudaraan, serta sikap toleransi dengan mengutamakan kemanusiaan.
    Representasi dari:
    Visi: cerdas, bertanggung jawab, berkebinekaan
    Elemen Profil Pelajar Pancasila: Berkebinekaan Global, gotong royong
  8. Mengembangkan kesadaran pelajar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara dan warga dunia.
    Representasi dari:
    Visi: cerdas, bertanggung jawab
    Elemen Profil Pelajar Pancasila: berkebinekaan global, bernalar kritis
  9. Menumbuhkembangkan pelajar yang kompeten dengan jiwa kewirausahaan yang kuat untuk menghasilkan gagasan dan karya kreatif yang beragam, serta mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan spesifik sesuai tujuan di masa depan.
    Representasi dari:
    Visi: cerdas, bertanggung jawab
    Elemen Profil Pelajar Pancasila: Mandiri, kreatif, dan bernalar kritis
  10. Menumbuhkembangkan motivasi berprestasi pelajar dengan bekal literasi baca tulis, numerasi,sains, digital, budaya, dan finansial.
    Representasi dari:
    Visi: cerdas, bertanggung jawab
    Elemen Profil Pelajar Pancasila: bernalar kritis, mandiri

Tujuan SMAN 1 Wonosari

Tujuan Jangka Pendek

  1. Membina, memupuk, dan mengembangkan nilai-nilai ajaran agama dan pengamalannya dalam kehidupan antar umat beragama.
  2. Menumbuhkembangkan kebutuhan pelajar untuk melaksanakan ibadah rutin secara mandiri.
  3. Memupuk kesadaran pelajar terhadap kebersihan dan kesehatan diri serta kebersihan lingkungan kelas dan sekolah.
  4. Membuka kesempatan pada pelajar untuk mengembangkan diri melalui kegiatan yang menjadi ekspresi kecintaan terhadap nusa dan bangsa.
  5. Mewujudkan jumlah lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri sebanyak 70 %
  6. Mewujudkan prestasi akademik dan non akademik siswa di tingkat provinsi
  7. Mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, bersih, indah, dan asri
  8. Mengembangkan kepedulian pelajar terhadap pengurangan dan pemanfaatan sampah.
  9. Menumbuhkan kebutuhan pelajar terhadap pola hidup sehat secara mandiri.
  10. Mewujudkan kepedulian terhadap sesama warga sekolah dengan senyum, salam, dan sapa.

Tujuan Jangka Menengah

  1. Terwujudnya budaya sekolah yang religius, jujur, disiplin melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.
  2. Terciptanya semangat kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai budaya bangsa dengan tetap mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Terciptanya budaya sopan santun, ramah dan bersahaja antar warga sekolah maupun lingkungannya
  4. Terciptanya budaya sekolah sehat dan peduli lingkungan dengan berlandaskan kearifan lokal.

Tujuan Jangka Panjang

  1. Melahirkan insan pembelajar sepanjang hayat yang bernurani, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Melahirkan insan pembelajar yang berjiwa nasionalis, cinta tanah air, bangga pada budaya bangsa, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
  3. Mewujudkan insan pembelajar yang cerdas, bertanggung jawab, dan berwawasan kebinekaan global
  4. Mewujudkan insan pembelajar mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap diri, relasi dengan sesama dan lingkungan alam.

Sejarah Sekolah

Pada kelahiran, SMA 1 Wonosari bernama SMA Persiapan Wonosari. Didirikan pada tahun 1962 oleh tokoh-tokoh pecinta pendidikan, yang disponsori oleh guru-guru SPG Negeri Wonosari dan guru-guru SMP Wonosari.
SPG Negeri Wonosari sudah tidak ada, sekarang digunakan untuk Kantor BAPPEDA Gunungkidul. Sedangkan SMP Wonosari namanya kemudian berubah menjadi SLTP 1 Wonosari.
Mayor Sumidja, Komandan Kodim 0730 Gunungkidul memberikan pinjaman barak, yakni bangunan semi permanen untuk kegiatan belajar-mengajar, yang bertempat di Jalan Kenanga, Purbosari, Wonosari. Terdiri atas tiga ruang, dua ruang untuk kelas I-A dan kelas I-B, ruang sisanya untuk kantor. Barak tersebut, sekarang sudah dibongkar dan didirikan KUD Bhumikarta.
Pada waktu itu, bapak/ibu mengajar tidak memperoleh imbalan apa-apa, mereka mengabdi dengan satu maksud agar di Wonosari ada SMA negeri.
Untuk sementara waktu, tenaga tata usaha dicukupi oleh tata usaha SPG Negeri Wonosari, dibantu oleh tenaga tata usaha tidak tetap, yang juga tidak dibayar. Tata usaha tidak tetapa ini hanya berharap agar kelak dapat diangkat menjadi pegawai negeri.
Bertindak sebagai kepala sekolah, Bapak Raden Hadisoedarsono, Kepala SPG Negeri Wonosari, dan wakil kepala sekolah, Bapak Moch. Sholeh, Guru SPG Negeri Wonosari. Keduanya telah meninggal.
Pada tahun 1964, pemerintah merubah status SMA Persiapan Wonosari menjadi SMA Filial Teladan Yogyakarta dengan kelas jauh di Wonosari. Karena sudah menjadi sekolah negeri, maka pemerintah mulai mengangkat guru-guru negeri di SMA ini.
Pada tanggal 1 Maret 1964, diangkatlah guru negeri pertama, yakni Bapak Djoko Sardjono, BA. Dari bulan ke bulan, pengangkatan guru negeri terus bertambah hingga kebutuhan guru dan tata usaha terpenuhi. Guru yang diangkat kemudian antara lain adalah Bapak Drs. A. Soelistia dan Bapak Soekardijono, sedangkan tata usaha diangkat tenaga tata usaha penjuang menjadi pegawai negeri.
Pada tahun 1964, Barak milik Kodim 0730 diminta kembali, mau tidak mau sekolah harus pindah. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ikut mencarikan tempat baru. Bupati Gunungkidul, Bapak KRT. Djojodiningrat, BA menugaskan kepada Bapak KRT. Wirjodiningrat yang saat itu menjadi Bupati Anom, untuk mencari tempat baru agar proses belajar-mengajar SMA Negeri tidak terhambat. Akhirnya tiga rumah penduduk Purbosari, Wonosari disewa. Rumah tersebut sudah tidak ada lagi, dan dibangun Studio Foto Eka dan rumah-rumah penduduk di sekitarnya.
Hanya beberapa bulan saja rumah penduduk tersebut digunakan untuk sekolah, karena Pemerintah Daerah Gunungkidul memberikan tanah dan di atas tanah itu kemudian didirikan bangunan sementara (gedhek) untuk sekolah. Bangunan gedhek itu sudah tidak ada, dan sekarang untuk lapangan basket.
Partisipasi masyarakat Gunungkidul sangat besar. Secara sukarela bersedia membantu material; ada yang memberikan bambu, kayu, genteng, meja, kursi, almari grobog, dan bahkan porong dan cangkir untuk minum bapak/ibu guru dan tata usaha. Jasa KRT. Wirjodiningrat yang diangkat menjadi ketua Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) tidak kecil dalam upaya pengumpulan material ini.
Dengan penegerian dan sudah menempati lokasi sendiri, maka diangkatlah kepala sekolah secara definitif, yakni Bapak FX. Doeliman, seorang Guru Geografi SMA Teladan Yogyakarta.
Tahun 1967, Bapak FX. Doeliman meninggal dunia, kekosongan jabatan diisi oleh Bapak Drs. A. Soelistia.
Nama SMA Filial Teladan Yogyakarta dengan kelas jauh di Wonosari, oleh pemerintah diubah menjadi SMA Negeri 270 Wonosari. Beberapa tahun kemudian nama SMA 270 Wonosari diubah lagi menjadi SMA Negeri Wonosari, dan berdasarkan Keputusan Mendikbud RI Nomor 79/SK/B.III tanggal 30 Juli 1964 nama SMA Negeri Wonosari diubah menjadi SMA 1 Wonosari.
Berikut adalah kepala sekolah SMA 1 Wonosari, dari yang pertama:
1. Raden Hadisoedarsono
2. FX. Doeliman
3. Drs. A. Soelistia
4. Kastomo
5. Mulyono
6. Drs. Kusnun
7. Arinto Sukoco
8. Yudi Sutrisno
9. Suparno
10. Sumaryadi
11. Djoko Sardjono, BA
12. Drs. H. Mulyoto
13. Drs. Pardjono
14. Drs. Tamsir, M.Pd.
15. Muh Taufiq Salyono, S.Pd., M.Pd.Si.

Pengalaman/umur sekolah

80%

Sarana dan prasarana

60%

Sumber daya manusia

70%

Output

85%

Layanan Daring

Tautan berikut adalah layanan-layanan daring (online) yang dapat diakses

USIM/Portal

Pusat Layanan Siswa

LMS

Learning Management System

Administrasi Daring

Informasi dan administrasi sekolah

Facebook

Laman sekolah di Facebook

Perpustakaan

Perpustakaan sekolah

Dokumentasi

Kumpulan lengkap dokumentasi sekolah

OSIS

laman yang dikelola OSIS

Unduh

Gudang file daring dari Google

Tim

Laman sekolah berikut layanan-layanannya dapat terselenggara karena kerja keras dari tim

Muh Taufiq Salyono

Kepala Sekolah

Manajemen, visi, dan konsep tentang laman yang baik

Aris Feriyanto

Wakaur Kurikulum

Konten-konten tentang pendidikan, penilaian, dan manajemen pendidikan

Agus Sarjono

Wakaur Kesiswaan

Konten tentang kesiswaan dan kegiatannya

Sriyanta

Koord. USIM dan Penilaian

Mencukupi kebutuhan sistem dan penyediakan data valid

12234

Alumnus

200

Akses yang Fleksibel

100

Prestasi Siswa dan Sekolah

24/7

Respon cepat

Hubungi kami

Bila ada pertanyaan, masukan/saran, dan sejenisnya, harap menghubungi kami

SMA 1 Wonosari, Gunungkidul