Visi

Sekolah 3 terbaik DIY pada tahun 2025 dengan lulusan yang beriman dan bertakwa, berkarakter mulia, cerdas, cakap, dan mandiri

Indikator

Lulusan yang beriman dan bertakwa

  1. Menjalankan ibadah sesuai agama yang dianutnya.
  2. Menjalankan perintah agama dan menjauhi larangan-larangannya.
  3. Menunjukkan sikap, ucapan, dan tindakan sesuai dengan kaidah-kaidah agama yang dianutnya.
  4. Memegang teguh prinsip-prinsip kehidupan yang bersumber dari nilai-nilai luhur agama yang dianutnya.
  5. Menunjukkan sikap saling menghargai dan toleranterhadap keyakinan orang lain.

Lulusan yang berkarakter mulia

  1. Menunjukan sikap, ucapan, dan tindakan sebagai warga negara yang mencintai tanah air dan bangsa.
  2. Menunjukan sikap, ucapan, dan tindakan sebagai warga negara yang ramah, santun, berbudi pekerti luhur, dan mencintai budaya bangsa.
  3. Menunjukan sikap yang tangguh dalam menghadapi kesulitan, tantangan, dan tekanan dalam tugas, pekerjaan, dan kehidupannya.
  4. Menunjukkan perilaku disiplin, pekerja keras yang tangguh dan memiliki daya juang yang tinggi.
  5. Menunjukkan sikap peduli dan ramah lingkungan.
  6. Menunjukkan sikap jujur, ramah, santun, dan berbudi pekerti luhur.
  7. Menunjukkan sikap dan perilaku peduli terhadap penderitaan dan hak-hak orang lain.
  8. Menunjukkan sikap toleransi terhadap keragaman dan pluralisme.

Lulusan yang cerdas

  1. Memiliki dan menguasai ilmu-ilmu dasar yang kuat untuk sukses mengikuti pendidikan tinggi.
  2. Memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Berpikir sistematis, logis, dan ilmiah.
  4. Bekerja dengan cerdas, tuntas, dan ikhlas
  5. Cepat tanggap terhadap perubahan lingkungan.
  6. Mampu melahirkan gagasan-gagasan yang konstruktif, komprehensif, dan nyata.
  7. Mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

Lulusan yang cakap

  1. Cakap berkomunikasi dengan bahasa lisan dan tulisan.
  2. Cakap membangun kerjasama dan jaringan kerja.
  3. Cakap untuk membangun hidup yang harmonis dalam masyarakat yang plural.
  4. Cakap beradaptasi dalam segala situasi yang dihadapi dalam kehidupannya.
  5. Cakap dan terampil dalam bekerja dan sukses dalam perannya di masa depan.
  6. Cepat beradaptasi dan terampil dalam memanfaatkan teknologi baru.
  7. Aktif, kreatif, inovatif, dan berjiwa wirausaha.

      Lulusan yang mandiri

      1. Mampu mengambil pilihan yang tepat untuk kehidupan karir dan perannya ke masa depan.
      2. Mampu memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya untuk mendukung gagasan dan ide-ide pilihannya.
      3. Berani mengambil resiko dan mengelola risiko atas pilihan-pilihan hidupnya.
      4. Berani bertanggung jawab atas semua tindakan yang dilakukannya.
      5. Dapat menghidupi diri sendiri dan keluarganya dengan berhasil

Misi

  1. Mewujudkan layanan pendidikan dan pembelajaran yang efisien, efektif, dan bermutu bagi semua siswa.
  2. Mewujudkan layanan bimbingan dan pelatihan yang efektif dan berkualitas.
  3. Mewujudkan suasana sekolah yang kondusif, aman, nyaman, indah, dan bersih.
  4. Mewujudkan suasana sekolah yang tertib, warga sekolah yang disiplin, dan taat asas.
  5. Mewujudkan suasana sekolah yang religius
  6. Mewujudkan sikap dan perilaku warga sekolah yang peduli terhadap keragaman dan toleran terhadap penderitaan serta hak-hak orang lain.
  7. Mewujudkan budaya warga sekolah yang jujur, ramah, santun, dan berbudi pekerti luhur.
  8. Mewujudkan budaya warga sekolah yang cepat tanggap terhadap perkembangan masyarakat dan tuntutan perubahan.
  9. Menumbuhkan budaya kerja keras, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.
  10. Menumbuhkan budaya kerja aktif, kreatif, dan inovatif.
  11. Menumbuhkan budaya baca, budaya belajar, dan budaya ilmiah.
  12. Menumbuhkan budaya peduli dan ramah lingkungan.
  13. Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan sikap kemandirian.
  14. Menumbuhkan jiwa dan semangat kerjasama serta nasionalisme
  15. Mewujudkan sumberdaya pendidik dan tenaga kependidikan yang cakap dan berkualitas.
  16. Mewujudkan ketersediaan sumberdaya fasilitas yang lengkap, tepat guna, dan berkualitas.
  17. Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya sekolah.

Tujuan

  1. Melahirkan lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Melahirkan lulusan yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, ramah, santun, dan berbudi pekerti luhur.
  3. Melahirkan lulusan yang memiliki ilmu dasar yang kuat dan siap memasuki serta mengikuti pendidikan tinggi.
  4. Melahirkan lulusan yang cakap dan memiliki daya saing yang tinggi untuk memasuki dunia kerja.
  5. Melahirkan lulusan yang bertanggung jawab, mandiri dan berhasil melaksanakan perannya di masa depan.

Target Kelembagaan sampai dengan Tahun 2025

  1. Sekolah 3 terbaik DIY bidang akademik.
  2. Sekolah sehat 5 terbaik nasional.
  3. Sekolah adiwiyata nasional.
  4. Sekolah berbasis budaya.
  5. Sekolah dengan budaya mutu ISO
  6. Sekolah rujukan tingkat Provinsi DIY.


Sejarah Sekolah

Pada kelahiran, SMA 1 Wonosari bernama SMA Persiapan Wonosari. Didirikan pada tahun 1962 oleh tokoh-tokoh pecinta pendidikan, yang disponsori oleh guru-guru SPG Negeri Wonosari dan guru-guru SMP Wonosari.
SPG Negeri Wonosari sudah tidak ada, sekarang digunakan untuk Kantor BAPPEDA Gunungkidul. Sedangkan SMP Wonosari namanya kemudian berubah menjadi SLTP 1 Wonosari.
Mayor Sumidja, Komandan Kodim 0730 Gunungkidul memberikan pinjaman barak, yakni bangunan semi permanen untuk kegiatan belajar-mengajar, yang bertempat di Jalan Kenanga, Purbosari, Wonosari. Terdiri atas tiga ruang, dua ruang untuk kelas I-A dan kelas I-B, ruang sisanya untuk kantor. Barak tersebut, sekarang sudah dibongkar dan didirikan KUD Bhumikarta.
Pada waktu itu, bapak/ibu mengajar tidak memperoleh imbalan apa-apa, mereka mengabdi dengan satu maksud agar di Wonosari ada SMA negeri.
Untuk sementara waktu, tenaga tata usaha dicukupi oleh tata usaha SPG Negeri Wonosari, dibantu oleh tenaga tata usaha tidak tetap, yang juga tidak dibayar. Tata usaha tidak tetapa ini hanya berharap agar kelak dapat diangkat menjadi pegawai negeri.
Bertindak sebagai kepala sekolah, Bapak Raden Hadisoedarsono, Kepala SPG Negeri Wonosari, dan wakil kepala sekolah, Bapak Moch. Sholeh, Guru SPG Negeri Wonosari. Keduanya telah meninggal.
Pada tahun 1964, pemerintah merubah status SMA Persiapan Wonosari menjadi SMA Filial Teladan Yogyakarta dengan kelas jauh di Wonosari. Karena sudah menjadi sekolah negeri, maka pemerintah mulai mengangkat guru-guru negeri di SMA ini.
Pada tanggal 1 Maret 1964, diangkatlah guru negeri pertama, yakni Bapak Djoko Sardjono, BA. Dari bulan ke bulan, pengangkatan guru negeri terus bertambah hingga kebutuhan guru dan tata usaha terpenuhi. Guru yang diangkat kemudian antara lain adalah Bapak Drs. A. Soelistia dan Bapak Soekardijono, sedangkan tata usaha diangkat tenaga tata usaha penjuang menjadi pegawai negeri.
Pada tahun 1964, Barak milik Kodim 0730 diminta kembali, mau tidak mau sekolah harus pindah. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ikut mencarikan tempat baru. Bupati Gunungkidul, Bapak KRT. Djojodiningrat, BA menugaskan kepada Bapak KRT. Wirjodiningrat yang saat itu menjadi Bupati Anom, untuk mencari tempat baru agar proses belajar-mengajar SMA Negeri tidak terhambat. Akhirnya tiga rumah penduduk Purbosari, Wonosari disewa. Rumah tersebut sudah tidak ada lagi, dan dibangun Studio Foto Eka dan rumah-rumah penduduk di sekitarnya.
Hanya beberapa bulan saja rumah penduduk tersebut digunakan untuk sekolah, karena Pemerintah Daerah Gunungkidul memberikan tanah dan di atas tanah itu kemudian didirikan bangunan sementara (gedhek) untuk sekolah. Bangunan gedhek itu sudah tidak ada, dan sekarang untuk lapangan basket.
Partisipasi masyarakat Gunungkidul sangat besar. Secara sukarela bersedia membantu material; ada yang memberikan bambu, kayu, genteng, meja, kursi, almari grobog, dan bahkan porong dan cangkir untuk minum bapak/ibu guru dan tata usaha. Jasa KRT. Wirjodiningrat yang diangkat menjadi ketua Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) tidak kecil dalam upaya pengumpulan material ini.
Dengan penegerian dan sudah menempati lokasi sendiri, maka diangkatlah kepala sekolah secara definitif, yakni Bapak FX. Doeliman, seorang Guru Geografi SMA Teladan Yogyakarta.
Tahun 1967, Bapak FX. Doeliman meninggal dunia, kekosongan jabatan diisi oleh Bapak Drs. A. Soelistia.
Nama SMA Filial Teladan Yogyakarta dengan kelas jauh di Wonosari, oleh pemerintah diubah menjadi SMA Negeri 270 Wonosari. Beberapa tahun kemudian nama SMA 270 Wonosari diubah lagi menjadi SMA Negeri Wonosari, dan berdasarkan Keputusan Mendikbud RI Nomor 79/SK/B.III tanggal 30 Juli 1964 nama SMA Negeri Wonosari diubah menjadi SMA 1 Wonosari.
Berikut adalah kepala sekolah SMA 1 Wonosari, dari yang pertama:
1. Raden Hadisoedarsono
2. FX. Doeliman
3. Drs. A. Soelistia
4. Kastomo
5. Mulyono
6. Drs. Kusnun
7. Arinto Sukoco
8. Yudi Sutrisno
9. Suparno
10. Sumaryadi
11. Djoko Sardjono, BA
12. Drs. H. Mulyoto
13. Drs. Pardjono
14. Drs. Tamsir, M.Pd.
15. Muh Taufiq Salyono, M.Pd.Si.

Pengalaman/umur sekolah

75%

Sarana dan prasarana

45%

Sumber daya manusia

60%

Output

85%

Layanan Daring

Tautan berikut adalah layanan-layanan daring (online) yang dapat diakses

PPDB

Penerimaan Peserta Didik Baru

LMS

Learning Management System

Web sekolah

Informasi kegiatan-kegiatan sekolah

Facebook

Laman sekolah di Facebook

Perpustakaan

Perpustakaan sekolah

Blog

Kumpulan blog staf

OSIS

laman yang dikelola OSIS

Unduh

Gudang file daring dari Google

Tim

Laman sekolah berikut layanan-layanannya dapat terselenggara karena kerja keras dari tim

Muh Taufiq Salyono

Kepala Sekolah

Manajemen dan konsep tentang laman yang baik

Aris Feriyanto

Wakaur Kurikulum

Konten-konten tentang pendidikan, penilaian, dan manajemen pendidikan

Kardono

Wakaur Sarpras

Analisis yang tajam dan kuat tentang kebutuhan sarana sekolah

Sariyah

Wakaur Kesiswaan

Konten tentang kesiswaan dan kegiatannya

11139

Alumnus

200

Akses yang Fleksibel

100

Prestasi Siswa dan Sekolah

24/7

Respon cepat

Hubungi kami

Bila ada pertanyaan, masukan/saran, dan sejenisnya, harap menghubungi kami

SMA 1 Wonosari, Gunungkidul