Perubahan iklim saat ini menjadi sebuah tantangan serius yang dihadapi manusia secara global. Perubahan ini disebabkan oleh faktor alami dan faktor aktivitas manusia yang salah satunya adalah emisi karbon. Emisi karbon sendiri merupakan proses pelepasan gas karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya ke atmosfer, yang sebagian besar berasal dari penggunaan bahan bakar fosil melalui kendaraan dan listrik, penggundulan hutan, dan aktivitas industri.
Menanggapi hal ini, murid kelas 10 SMAN 1 Wonosari mengadakan program Sego Segawe yang merupakan singkatan dari Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe (sepeda untuk sekolah dan bekerja), terinspirasi dari program serupa yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta pada tahun 2008 silam. Ekamas Sego Segawe yang dilaksanakan pada Jumat (22/5) merupakan bagian dari asesmen sumatif mata pelajaran Biologi kelas 10 tema Perubahan Iklim yang diampu oleh Agnita Nunung Nugroho Wulanadji, M.Sc. Guna mencapai kompetensi “menerapkan konsep yang ada di Biologi untuk solusi perubahan iklim”, ia dan seluruh murid kelas 10 sepakat untuk mengadakan aksi nyata sehari pengurangan emisi karbon.

Empat orang murid terlihat memasuki area sekolah dengan bersepeda pada Jumat (22/5/2026)
Sego Segawe ini tidak mewajibkan seluruh warga sekolah untuk bersepeda karena menyadari beberapa keterbatasan yang ada, baik secara sarana maupun jarak tempuh tiap orang. Prinsip utama dari kegiatan ini adalah bahwa seluruh warga sekolah berkewajiban mengurangi emisi karbon. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan selain bersepeda, yakni dengan naik bus sekolah atau transportasi umum lainnya, berjalan kaki bagi yang jarak tempuhnya memungkinkan, ataupun berboncengan bagi yang rumahnya berdekatan.
“Saya tadi merasa seperti lebih segar dan pikiran jadi lebih tenang serta santai saat bersepeda ke sekolah dibandingkan menggunakan motor, karena saat di perjalanan saya jadi bisa melihat pemandangan di jalan dengan lebih detail dan juga bisa nyapa orang-orang di jalan, meskipun agak sedikit capek,” ungkap Rasya Adinata, seorang murid kelas 10 yang kesehariannya mengendarai motor untuk berangkat ke sekolah.

Antusiasme terlihat dari para murid yang mengikuti program Sego Segawe pada Jumat pagi (22/5/2026)
Banyak murid kelas 10 merasakan hal yang sama dengan Rasya. Dalam refleksi kegiatan, mereka mengutarakan pengalaman yang mereka rasakan. Bagi sebagian siswa, bersepeda ke sekolah merupakan pengalaman pertama selama bersekolah di bangku SMA. Meski merasa lelah bersepeda, kegiatan ini terasa asik karena mereka melakukannya bersama-sama dengan banyak teman lainnya. Bagi yang sudah sering bersepeda pun, pengalaman ini terasa berbeda karena kebersamaan yang dirasakan sepanjang perjalanan mengubah rasa lelah menjadi bahagia. “Saya senang meskipun saya tidak mungkin bersepeda. Tapi, hari ini saya bisa berboncengan dengan teman. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya satu tahun sekali, namun bisa 1 bulan sekali,” ujar seorang murid yang tinggal jauh dari sekolah.
Ekamas Sego Segawe tidak hanya diikuti oleh murid kelas 10. Antusiasme muncul pula dari kakak kelas 11. Bagi Frestwo Priano, murid kelas 11 yang kesehariannya menempuh jarak 4 kilometer dengan mengendarai motor, bersepeda dari rumah ke sekolah ternyata sangat menyenangkan karena sudah lama ia tidak melakukannya. “Tadi (saat bersepeda) rasanya sangat seru karena rombongannya banyak, sehingga bisa santai di perjalanan,” ujarnya. “Menurut saya programnya sangat bagus. Lebih baik setiap seminggu sekali ada acara seperti ini terus,” imbuhnya.

Sebagian murid berfoto bersama Ibu Agnita untuk mengabadikan momen Sego Segawe perdana tahun 2026 di SMAN 1 Wonosari
Agnita Nunung Nugroho Wulanadji, M.Sc. sebagai guru yang bertanggung jawab terhadap program ini merasa senang karena semua murid merespon kegiatan dengan baik. Meskipun tidak semua bisa bersepeda, para murid juga melakukan cara-cara lain untuk mengurangi emisi karbon. “Harapannya adalah agar Sego Segawe ini bisa menjadi program rutin sekolah, dan tidak hanya berhenti pada tingkat mata pelajaran,” ucapnya saat kegiatan berakhir.
Semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan, sehingga SMAN 1 Wonosari mampu memberikan dampak nyata pada pengurangan emisi karbon, dan menjaga bumi tetap lestari. (*)
Penulis: Brigitta Gun Rinanti
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!