Maraknya kasus kenakalan remaja yang terjadi saat ini disikapi oleh SMAN 1 Wonosari dengan menghadirkan Kapolres Gunungkidul beserta jajarannya guna memberikan pembinaan karakter dan motivasi kepada para murid pada upacara bendera hari Senin (11/5) pagi di Lapangan SMAN 1 Wonosari. Hal ini selaras dengan program “Police Goes to School Bersama Kapolres Gunungkidul”. Mengambil tema “Membangun Generasi Berkarakter: Menjauhi Kenakalan Remaja”, upacara bendera diikuti oleh seluruh murid kelas X dan XI beserta para guru dan tenaga kependidikan.

Seluruh peserta upacara mengambil sikap hormat saat pengibaran Bendera Merah Putih
Bertindak sebagi Pembina Upacara, Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H. menyoroti kompleksnya pergaulan generasi muda khususnya remaja usia SMA yang dapat mengarah kepada berbagai kasus, seperti perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, hingga perjudian online, yang akhirnya dapat menghambat masa depan mereka. “Kami dari pihak kepolisian seringkali menangani perkara anak-anak remaja, dimana sebenarnya mereka memiliki potensi yang besar dan bagus namun mereka salah arah, tidak dapat mengontrol dan menguasai dirinya, tidak dapat membedakan mana yang baik dan benar, sehingga mereka melakukan pelanggaran, bahkan tindak pidana,” ujar AKBP Damus Asa di hadapan seluruh peserta upacara bendera. “Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, saya mengajak anak-anak sekalian untuk menjadi generasi muda yang hebat dan berkarakter,” imbuhnya.

Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa saat memberikan pembinaan karakter dalam upacara bendera Senin (11/5/2026)
Dalam mewujudkan generasi berkarakter, Kapolres Gunungkidul menyampaikan empat hal yang dapat dilakukan para murid dalam kehidupannya sehari-hari. Pertama, memilih pergaulan yang sehat dan positif yang mendukung perkembangan diri ke arah yang baik, karena lingkungan sangat berpengaruh terhadap masa depan. Kedua, menggunakan waktu yang bermanfaat untuk melakukan tugasnya sebagai pelajar dengan belajar baik dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan sosial lainnya yang mengarah kepada perkembangan minat dan bakat. Ketiga, berani berkata tidak terhadap hal-hal yang negatif dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merusak masa depan, seperti membolos, melanggar aturan sekolah ataupun aturan lalu lintas, atau bahkan membuat geng yang tidak jelas hingga berkeliaran sampai dini hari. Keempat, memperkuat agama dan moral dalam kehidupan sehari-hari dengan selalu belajar jujur, disiplin, dan menghormati satu sama lainnya, juga hormat kepada guru dan orang tua.
“Akhlak yang baik merupakan fondasi utama untuk menjadi sukses dan dihormati. Menjadi generasi muda bukan hanya pintar, tetapi juga memiliki sikap, karakter, dan tanggung jawab,” tutur AKBP Damus Asa menjelang akhir motivasinya. Ia pun berpesan kepada para murid, “Saya berharap kalian menjadi generasi muda yang cerdas dan hebat ketika lulus dari SMAN 1 Wonosari dan bisa membanggakan orang tua, sekolah, dan lingkungan.”

Barisan sisi Selatan diisi oleh sebagian murid, guru, tendik, dan jajaran Polres Gunungkidul
Seusai upacara bendera, interaksi terus berlanjut antara tim dari Polres Gunungkidul dengan para murid. Kapolres Gunungkidul dan jajarannya memberikan pertanyaan kepada murid terkait materi pembinaan dalam upacara bendera. Empat murid menyambut kesempatan itu dengan penuh rasa percaya diri. Mereka adalah Pandu Nabil Abyan dari kelas XI-C, Faiza Hafidz Ramadan dan Amalia Wulandari dari kelas XI-D, serta Marvelio Darrel Gladwin Wibowo dari kelas X-F. Keempatnya menunjukkan pemahaman yang baik akan materi pembinaan yang telah disampaikan Kapolres Gunungkidul. Hal tersebut diapresiasi oleh tim Polres Gunungkidul dengan memberikan hadiah berupa helm untuk menunjang keselamatan berlalu lintas.

AKBP Damus Asa saat memakaikan helm kepada Marvelio Darrel sebagai hadiah atas partisipasinya dalam menjawab pertanyaan dengan baik
Salah satu peserta, Marvelio Darrel, menyatakan bahwa untuk menjadi generasi berkarakter, anak muda harus berani mengatakan tidak pada tindakan negatif, harus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memilih dan memilah lingkunan pertemanan, serta selalu menghormati bapak dan ibu guru. Marvelio yang saat ini menjadi menjadi salah satu perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam seleksi Paskibraka tingkat Nasional tahun 2026 ini juga mengungkapkan kebahagiaannya atas kesempatan berinteraksi dengan tim dari Polres Gunungkidul. “Saya merasa sangat senang dan bangga karena bisa mendapatkan helm sebagai hadiah dan dipakaikan langsung oleh Bapak Kapolres Gunungkidul,” ungkap Marvelio Darrel setelah kegiatan usai. “Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga karena saya bisa bertemu dan bersosialisasi dengan jajaran Polres Gunungkidul, membuat saya mendapat banyak pelajaran,” pungkasnya.

Foto bersama seusai upacara bendera SMAN 1 Wonosari dalam program Police Goes to School Bersama Kapolres Gunungkidul pada Senin (11/5/2026)
SMAN 1 Wonosari berterima kasih atas pembinaan dan motivasi yang telah diberikan oleh Kapolres Gunungkidul dan jajarannya kepada para murid. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran murid dalam berperilaku baik di sekolah dan masyarakat, sehingga mereka dapat menghindarkan diri pada berbagai bentuk kenakalan remaja dan tindak pidana. Dengan demikian, generasi cerdas dan berkarakter dapat muncul dan tumbuh dari lingkungan SMAN 1 Wonosari.(*)
Penulis: Brigitta Gun Rinanti
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!