Unit Kegiatan Kesiswaan Journalist of Ekamas (UKK JOE) menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dan fotografi bagi para anggotanya, yang bertempat di Aula Arjuna SMAN 1 Wonosari pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh staf kesiswaan sekolah, pembina UKK JOE, pemateri diklat, dan para siswa anggota UKK JOE.
Diawali dengan laporan dari ketua panitia Fatihatun Uzma Nur Nadhifah, kegiatan ini diharapkan mampu membuat anggota JOE berinisiatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menghasilkan karya jurnalistik yang informatif dan faktual. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua UKK JOE periode 2025/2026 Alifah Az Zahra, yang menyampaikan tujuan diselenggarakannya pelatihan jurnalistik dan fotografi ini. “Setiap tahun kami menyelenggarakan diklat ini sebagai bekal untuk melaksanakan program kerja lainnya,” ucapnya. Tidak hanya itu, pembina UKK JOE Brigitta Gun Rinanti, S.Pd. menaruh harap terhadap dampak terlaksananya pelatihan ini, agar peserta tidak hanya sekadar mengetahui ilmu baru secara pasif tetapi juga mempraktikannya secara aktif. Staf Kesiswaan Fauzi Ansori Saleh, M.Pd., yang hadir mewakili Kepala SMAN 1 Wonosari, juga menyampaikan bahwa para siswa yang tergabung pada UKK JOE bisa berlatih dalam menyuarakan apa yang memang perlu disuarakan.

Staf Kesiswaan Fauzi Ansori Saleh, M.Pd., didampingi oleh dua pemateri serta pembimbing UKK JOE, saat berbicara mewakili Kepala SMAN 1 Wonosari untuk membuka dan memberikan arahan kepada peserta diklat.
Kegiatan yang bertema “Menyuarakan Realitas Melalui Lensa dan Pena” ini bertujuan untuk membekali anggota JOE dengan prinsip-prinsip dasar jurnalistik, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kepenulisan dan fotografi, serta mendorong sikap kritis, kreatif, dan mandiri dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas. Sehingga pemateri yang diundang untuk menyampaikan materi mengenai jurnalistik dan fotografi pun berkualitas.
Materi pertama, yakni Jurnalistik, disampaikan oleh Fahmi Ahsan, yang akrab disapa Kak Fahmi, dari LPOM Poros Universitas Ahmad Dahlan. Kak Fahmi mengawali materi dengan mendeskripsikan jurnalistik dan hubungan jurnalistik terhadap pers. Jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan dan mengolah informasi publik. Dalam paparannya, Kak Fahmi menyampaikan, “Sulit membedakan mana hal yang objektif, subjektif, hoax, atau benar. Pada dasarnya penekanan menjadi seorang jurnalis adalah harus objektif dan jujur.” Dengan demikian, seorang jurnalis harus paham tentang kode etik jurnalistik dan elemen jurnalistik, yang didalamnya memuat hal-hal penting untuk menulis sebuah berita. Jurnalistik berfungsi untuk memberi informasi, menjadi saran edukasi, kontrol sosial, menerjemahkan fakta, dan menghibur. Kegiatan-kegiatan seputar jurnalistik dilaksanakan oleh lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang disebut “Pers.”

Fahmi Ahsan saat memaparkan materi mengenai Student’s Journalism
Materi dilanjutkan dengan penyampaian mengenai dasar-dasar penulisan berita. Kak Fahmi menyampaikan mengenai jenis-jenis berita, hal-hal yang perlu diperhatikan ketika akan menulis berita, gaya bahasa, nilai berita, dan isi sebuah berita. Kak Fahmi menyampaikan bahwa berita paling minimal harus memuat tiga hal, yaitu Lead yang menyampaikan tentang informasi paling penting, Body yang memperjelas informasi utama, dan Tail yang berisi informasi pendukung. Ketiganya harus berisi 5W+1H, yakni Who (siapa), What (apa), Where (di mana), When (kapan), Why (kenapa), dan How (bagaimana).
Pada sesi tanya jawab, Kak Fahmi merespon pertanyaan peserta tentang berita sebagai kontrol sosial dan sifat objektifnya, serta berbagi pengalamannya saat menulis berita. Ia lalu menutup sesi materinya dengan membacakan kutipan dari Pramoedya Ananta Toer yang berbunyi “menulis adalah sebuah keberanian”.

Pemateri Fotografi, Rezza Angga Nugratama, saat mendampingi salah satu peserta dalam praktik foto menggunakan telepon seluler.
Materi kedua membahas tentang fotografi, yang disampaikan oleh Rezza Angga Nugratama, atau akrab disapa Kak Rezza. Paparan materi diawali dengan penjelasan mengenai pengertian fotografi. Fotografi adalah bahasa visual dengan foto yang bercerita. Oleh karena itu, dalam hal jurnalistik, fotografi sangat penting untuk membentuk opini seseorang, sehingga foto yang diambil harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Dalam materi fotografi ini, Kak Rezza lebih banyak melakukan praktik tentang cara pengambilan gambar yang baik dengan menggunakan kamera dan telepon seluler. Ia menyampaikan mengenai sudut pengambilan gambar yang tepat dan tata letak dengan memperhatikan rasa serta cahaya sehingga foto yang diambil dapat bermakna dan memiliki tujuan. Selain praktik, Kak Rezza menjelaskan mengenai etika memotret suatu objek, khususnya objek manusia, yakni meminta izin kepada objek yang akan dipotret karena kenyamanan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan saat mengambil gambar.

Ketua Panitia Diklat JOE saat menyerahkan cendera mata kepada kedua pemateri Jurnalistik dan Fotografi.
Diklat ini ditutup dengan penyerahan cendera mata dari UKK JOE kepada pemateri jurnalistik dan fotografi, serta penyerahan doorprize kepada peserta yang aktif bertanya pada sesi materi berlangsung, dan diakhiri dengan foto bersama.
Melalui kegiatan pelatihan jurnalistik dan fotografi, ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan peserta tentang teknik menulis dan peliputan, tetapi juga membentuk karakter yang kritis, jujur, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Dengan bekal yang telah diperoleh, para peserta diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas serta berkontribusi aktif dalam mengembangkan literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (*)
Penulis: Fatihatun Uzma Nur Nadhifah/Penyunting: Brigitta Gun Rinanti
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!