Dalam rangka mengisi kegiatan ketakwaan selama pelaksanaan pesantren kilat bagi siswa Muslim, siswa beragama Katolik, Kristen, dan Buddha di SMAN 1 Wonosari mengadakan kegiatan dialog lintas iman yang berlangsung di Aula Arjuna pada hari Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI serta perwakilan kelas XII dari masing-masing agama dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Caecilia Susilawati, S.Ag. memandu tanya jawab
Dialog lintas iman ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, memperkuat persaudaraan dan toleransi, serta membangun pemahaman antarumat beragama di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk mengenal ajaran agama lain sehingga tidak ada lagi prasangka yang memicu kebencian terhadap mereka yang berbeda keyakinan.
Acara diawali dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Sugeng Riyanto, S.Pd.B selaku guru agama Buddha, kemudian dilanjutkan dengan kesepakatan untuk saling mengenal dan bukan memperdebatkan kebenaran dari masing-masing agama.


Murid saling bertanya dan memberikan tanggapan
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog dan diskusi antarpeserta. Dalam sesi ini, para siswa dipersilakan untuk menanyakan apa saja yang ingin diketahui tentang agama lain. Diskusi berlangsung secara terbuka dan penuh rasa hormat, sehingga tercipta suasana yang hangat dan saling menghargai.
“Saya sangat terkesan mengikuti dialog lintas iman ini karena sangat menyenangkan dan menambah pengetahuan saya tentang agama lain. Cara kita berdiskusi juga sangat santai sehingga saya tidak takut untuk bertanya apapun yang belum saya ketahui. Semoga kegiatan ini terus ada karena sangat bermanfaat,” ungkap Arnea Chripsya Gwenda, salah satu siswa Kristen.

Guru dan siswa berdiskusi
Hal senada juga disampaikan oleh Elisabeth Raya Sekar Maruti dan Dimas Putra Prabowo sebagai siswa Katolik. Menurut mereka, dialog lintas iman sangat asyik dan bermanfaat karena dari masing-masing agama dapat saling mengenal sehingga makin mempererat persaudaraan, lebih toleran, dan tidak mudah menghakimi ajaran agama lain.
Bagi Swastika Dhamayanti sebagai satu-satunya siswa Buddha, dialog lintas iman ini adalah kesempatan baginya untuk menjelasakan tentang agama Buddha kepada teman-temannya. “Walaupun kami memiliki keyakinan yang berbeda, kegiatan ini menunjukkan bahwa kami tetap bisa saling menghormati, berdiskusi dengan baik, dan belajar satu sama lain. Bagi saya, kegiatan dialog lintas iman ini sangat bermanfaat karena dapat menumbuhkan sikap toleransi, saling menghargai, dan mempererat persahabatan diantara kami,” ujarnya.

Siswa dan Guru pendamping berfoto bersama
Dengan terlaksananya kegiatan ini, SMAN 1 Wonosari kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antarumat beragama.(*)
Penulis: Sukaningtyas
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!