GUNUNGKIDUL – Pada Kamis, 22 Oktober 2026, SMA Negeri 1 Wonosari menerima kunjungan monitoring dari CBM Global untuk meninjau pelaksanaan Program Aksi Sehat Jiwa, Inisiatif, dan Kontribusi Orang Muda (ASIK) yang diselenggarakan oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala SMA Negeri 1 Wonosari, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana, guru Bimbingan dan Konseling (BK), perwakilan Pusat Rehabilitasi YAKKUM, perwakilan CBM Global dari Jakarta dan Australia, serta perwakilan UKK PIK-R dan KOMPIDA SMA Negeri 1 Wonosari.
Kegiatan diawali dengan tur sekolah yang dipandu oleh dua siswa dari UKK PIK-R dan KOMPIDA dengan didampingi oleh Kepala Sekolah. Tur ini bertujuan memperkenalkan berbagai titik kampanye kesehatan mental yang dikembangkan oleh kedua UKK tersebut. Sepanjang perjalanan, para pemandu menjelaskan berbagai upaya warga SMA Negeri 1 Wonosari dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental, khususnya melalui karya-karya siswa.
Salah satu karya yang diperkenalkan adalah lukisan-lukisan hasil kreativitas siswa yang dipajang di sepanjang lorong sekolah. Perwakilan CBM Global beberapa kali mengajukan pertanyaan mengenai makna lukisan-lukisan tersebut sembari mendokumentasikannya.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Selasar T, area yang menjadi salah satu pusat kampanye kesehatan mental hasil karya siswa UKK PIK-R dan KOMPIDA. Di tempat ini, terdapat berbagai majalah dinding (mading) yang menyajikan informasi seputar kehidupan remaja dan kesehatan mental. Topik yang diangkat meliputi pentingnya literasi digital, bahaya narkoba, mading harapan, mading bertema "Bercanda", serta mading "How is Your Mood Today?" yang mengajak siswa mengenali dan mengungkapkan perasaan mereka. Selain itu, terdapat sejumlah poster berisi ajakan untuk mencegah perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.

Dua siswa sebagai perwakilan UKK PIK-R dan KOMPIDA, dengan didampingi oleh Kepala SMAN 1 Wonosari, memandu perwakilan CBM Global dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM dalam sesi tur sekolah pada Kamis (22/10/2026)
Tur berlanjut ke area depan Aula Bima. Di sana, perwakilan CBM Global melihat berbagai karya dan proyek yang dikembangkan oleh agen perubahan SMA Negeri 1 Wonosari. Karya-karya tersebut meliputi lukisan, mading bertema "Akan dan Tidak-Akan", banner hasil kuesioner tentang perundungan (bullying), serta papan tanda tangan deklarasi aksi bebas perundungan.
"Penandatanganan deklarasi aksi bebas perundungan ini merupakan salah satu bukti komitmen seluruh warga SMA Negeri 1 Wonosari untuk saling menjaga. Pihak yang menandatangani deklarasi ini tidak hanya siswa, tetapi juga guru, tenaga kependidikan, bahkan orang tua siswa," jelas salah satu pemandu.
Rangkaian tur ditutup dengan kunjungan ke ruang konseling SMA Negeri 1 Wonosari. Para pemandu menjelaskan bahwa sekolah menyediakan dua ruang konseling yang dilengkapi dengan kursi nyaman dan pendingin ruangan. Fasilitas tersebut disediakan untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi siswa saat berkonsultasi dan menyampaikan permasalahan mereka kepada konselor.
Setelah tur sekolah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi dan diskusi antara perwakilan UKK PIK-R, KOMPIDA, pihak sekolah, dan CBM Global. Sesi ini diawali dengan perkenalan seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah terhadap kesehatan mental.
Materi pertama disampaikan oleh Kepala Sekolah dengan tajuk "Sekolah Ramah Kesehatan Mental SMA Negeri 1 Wonosari". Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental melalui berbagai kebijakan yang telah ditetapkan. Beliau berharap kebijakan-kebijakan tersebut dapat diterapkan secara konsisten melalui berbagai kegiatan sekolah, salah satunya melalui kolaborasi dengan YAKKUM dalam pelaksanaan Program ASIK.

Sesi berbagi dan diskusi, serta pemaparan materi oleh Kepala SMAN 1 Wonosari, diadakan di Ruang Bima SMAN 1 Wonosari
Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga sekolah. Beberapa manfaat yang telah dirasakan antara lain terbentuknya konselor sebaya, meningkatnya kesadaran dan penerimaan terhadap isu kesehatan mental di kalangan siswa maupun guru, serta tumbuhnya rasa aman di lingkungan sekolah.
Pemaparan materi kedua disampaikan oleh perwakilan UKK KOMPIDA. Para siswa yang tergabung sebagai agen perubahan memperkenalkan profil KOMPIDA sekaligus menjelaskan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. Kegiatan tersebut meliputi bimbingan teknis (bimtek), ROOTS Day, serta pameran bersama YAKKUM di Bangsal Sewokoprojo pada 17 Oktober 2026. Dalam pameran tersebut, para agen perubahan bertugas menjelaskan makna lukisan hasil karya mereka kepada para pengunjung.
Selanjutnya, perwakilan PIK-R memaparkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan sekolah. Dalam sesi ini, dijelaskan pula peran YAKKUM dalam mendukung pelaksanaan program-program PIK-R. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti regenerasi kepengurusan, pelatihan konseling, pendidikan dan pelatihan (diklat), pembagian permen, pengembangan keterampilan nonteknis (soft skills), serta pembuatan mading. Selain kegiatan secara langsung, PIK-R juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan materi edukatif melalui konten daring dan program MIPIK/NGL, serta melaksanakan berbagai kegiatan kolaboratif bersama YAKKUM.
Setelah seluruh pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi dan diskusi. Perwakilan CBM Global mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan SMA Negeri 1 Wonosari dalam mendukung kesehatan mental warga sekolah. Diskusi berlangsung melalui sejumlah pertanyaan yang ditujukan kepada siswa dan guru, mulai dari keterlibatan siswa perempuan dan laki-laki dalam kegiatan, motivasi mengikuti UKK dan Program ASIK, hingga tantangan serta upaya penanganan permasalahan kesehatan mental dan kasus perundungan di sekolah.
Berbagai pertanyaan tersebut menjadi bahan diskusi bersama antara perwakilan CBM Global, pihak sekolah, dan para siswa. Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai pelaksanaan program, ditampilkan pula video dokumentasi kegiatan PIK-R dan KOMPIDA yang telah dilaksanakan bersama pihak sekolah dan YAKKUM.

Foto bersama di akhir kegiatan monitoring pelaksanaan Program Aksi Sehat Jiwa, Inisiatif, dan Kontribusi Orang Muda (ASIK) di SMAN 1 Wonosari
Sesi berbagi dan diskusi ditutup dengan penyampaian pesan dan harapan dari perwakilan CBM Global Australia. Mereka menyampaikan apresiasi atas berbagai upaya yang telah dilakukan oleh SMA Negeri 1 Wonosari serta berharap kegiatan-kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan pada masa mendatang. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir.
Melalui kegiatan monitoring ini, Pusat Rehabilitasi YAKKUM berharap dapat membangun dialog dan pembelajaran bersama untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, serta peluang penguatan implementasi Program ASIK. Upaya ini secara khusus diarahkan untuk mendorong terwujudnya sistem sekolah yang aman, inklusif, dan ramah terhadap kesehatan mental. Hasil monitoring diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam meningkatkan kualitas program sekaligus memperkuat kolaborasi antara SMA Negeri 1 Wonosari dan YAKKUM.(*)
Penulis: Fatihatun Uzma Nur Nadhifah
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!