Unit Kegiatan Kesiswaan Persekutuan Siswa-Siswi Katolik (UKK PERSISKA) SMAN 1 Wonosari telah selesai melaksanakan kegiatan Retret yang berlangsung pada tanggal 16 hingga 18 Januari 2026 di Pakem Sleman, dengan diikuti oleh seluruh anggota UKK dari kelas 10 hingga 12 dan didampingi oleh Caecilia Susilawati, S.Ag. selaku Guru Pendidikan Agama Katolik SMAN 1 Wonosari.
Retret merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh UKK PERSISKA setiap tahun guna meningkatkan keberanian diri siswa-siswi Katolik Ekamas (sebutan bagi SMAN 1 Wonosari) untuk mewartakan iman dalam kehidupan sehari-hari. Retret kali ini diadakan di Hotel Wijaya 2 yang berada di wilayah Pakem Kabupaten Sleman. Dengan mengangkat tema “Sangkan Paraning Gusti”, diharapkan agar semua anggota PERSISKA selalu menyadari bahwa setiap perjalanan hidup, suka maupun duka, adalah proses untuk menuju kesatuan abadi bersama Sang Pencipta.

Frater Albert dan Frater Ian yang menjadi pemateri selama Retret PERSISKA berlangsung pada 16-18 Januari 2026 di Hotel Wijaya 2 Pakem.
Tahun ini Retret berlangsung selama tiga hari dua malam. Selama beberapa waktu tersebut, para anggota PERSISKA mendapatkan banyak sekali pengalaman dan kenangan yang luar biasa. Pada hari pertama, acara dibuka dengan perkenalan dua orang Frater (calon Imam Katolik) yang menjadi pemateri Retret. Perkenalan yang heboh dan meriah berhasil memecahkan kekakuan yang sempat terasa di awal kegiatan. Gelak tawa pecah pada sesi ice breaking dan berhasil mempererat keakraban. Menutup hari pertama, para peserta diajak menonton film bersama. Namun, film ini bukan sekadar tontonan biasa. Di balik alur ceritanya, terselip pesan tersirat yang mendalam tentang kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan yang meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.

Berbagai keseruan dalam kegiatan Retret PERSISKA 2026, baik di luar maupun di dalam ruangan.
Memasuki hari kedua, semangat pagi dipacu dengan melakukan senam bersama. Energi tersebut berlanjut pada sesi outbond yang sangat asyik. Berbagai rintangan dilakukan dengan kerja sama dalam tim. Puncak keseruan terjadi pada malam harinya dalam sesi Malam Keakraban. Wangi aroma bakar makanan memenuhi udara didukung dengan kemeriahan fun games.
Hari terakhir diisi dengan suasana yang lebih emosial. Dalam sesi kesan dan pesan, banyak hal disampaikan oleh peserta kepada para Frater yang telah menemani perjalanan retret peserta selama tiga hari. Sesi ini ditutup dengan Misa Penutup yang dipimpin oleh Romo Didimus Supardi, Sch.P., dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan abadi. Setelah semua rangkaian kegiatan usai, para peserta berkemas dengan hati yang hangat dan penuh kenangan, lalu melakukan perjalanan kembali menuju SMAN 1 Wonosari.

Pembimbing UKK PERSISKA, Caecilia Susilawati, S.Ag., saat berdiskusi bersama para peserta Retret jelang sesi Malam Keakraban.
Retret 2026 ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta maupun panitia. Rafael dan Helena yang keduanya merupakan peserta dari kelas 12 sepakat bahwa Retret 2026 ini seru, membahagiakan, dan sangat berkesan. “Yang paling terasa adalah bahwa rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar anggota jadi makin dekat. Kegiatannya nggak ngebosenin. Materi dari Frater juga dapet banget buat refleksi diri, ditambah ibadah completorium, Ekaristi bareng, dan bisa tugas koor bersama yang jadi pengalaman yang nggak bakal dilupain,” ungkap Helena. “Bahagia dan bersyukur karena masih bisa berkumpul bersama PERSISKA angkatan 62, 63, dan 64. Semoga kegiatan retret bisa terus dilaksanakan dan terus dikembangkan agar bisa menjadi wadah dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan," imbuh Rafael.

Romo Didimus Supardi, Sch.P., saat memimpin Misa Penutup pada kegiatan Retret PERSISKA 2026
Stefanus Yonni, Egnasia Wahyu, dan Septian Albert mewakili panitia untuk mengungkapkan pula perasaan dan pengalaman mereka dalam menyiapkan kegiatan Retret 2026. Selayaknya panitia kegiatan yang sibuk menyiapkan banyak hal, mereka tidak luput dari rasa lelah fisik dan pikiran. Namun, kelelahan tersebut terbayarkan dengan suksesnya kegiatan ini. "Meski terasa sangat melelahkan dan harus terus menjaga suasana hati, semua itu terbayar dengan rasa senang, antusias, dan bangga karena kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, memberikan banyak pembelajaran bermakna, serta menghadirkan kepuasan tersendiri karena mampu memberi dampak positif bagi orang lain,” ujar Egnasia. Septian dan Stefanus pun merasakan hal yang sama dengan Egnasia. Mereka mendapatkan pembelajaran berharga dari kegiatan ini. “Selama menjadi panitia Retret, saya mendapatkan banyak pengalaman baru. Saya juga belajar tentang tanggung jawab, kerja sama tim, dan cara mengatur emosi dalam kondisi yang lelah,” ucap Stefanus.

Kepala SMAN 1 Wonosari, Tumisih, M.Pd., hadir untuk menyapa dan memotivasi peserta Retret PERSISKA.
Sekolah tentunya mendukung para siswa yang secara rutin mengadakan kegiatan pembinaan iman sesuai ajaran agama masing-masing. Hal ini ditunjukkan salah satunya melalui kehadiran Kepala SMAN 1 Wonosari, Tumisih, M.Pd., pada hari kedua pelaksanaan Retret 2026 untuk menyapa dan memberi motivasi bagi seluruh peserta.
UKK PERSISKA sangat berterima kasih atas terlaksananya Retret 2026 ini. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar agenda sekolah biasa, namun juga merupakan sebuah perjalanan di mana mereka mendapatkan banyak pengalaman berharga dan pelajaran hidup yang baru. Semoga kegiatan Retret dapat terus berlangsung di tahun-tahun mendatang dan semakin menguatkan iman kristiani para siswa-siswi Katolik SMAN 1 Wonosari. (*)
Penulis: Eugenia Dian Pramudita & Brigitta Gun Rinanti
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!